Inherently Safer Process Design

Halaman ini berupa catatan dan coretan saya mengenai salah satu topik paling penting dlm industri apapun (khususnya industri kimia), tapi hampir selalu terabaikan. Kecelakaan2 besar yg terjadi di industri2 kimia (chemical industries) spt Flixborough, Bhopal, dan Seveso mengingatkan kita bahwa apa yg kita kerjakan ternyata tidaklah aman dan tidak kita bisa kita kontrol 100%. Oleh karena itu, aspek keselamatan proses (process safety) harus mjd yg utama. Akan tetapi, kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi (bahkan kecelakaan2 yg sama spt dilansir oleh process safety beacon edisi Agustus 2012) dan sptnya kita mmg gak mau belajar dr sejarah.

Agar saya jg terus diingatkan oleh aspek process safety ini, ada baiknya coretan2 saya mengenai hal ini disimpan dgn baik. Saya mengambil tema mengenai inherently safer process design krn sebagaimana kita tau bahwa process design mempengaruhi jumlah uang yg akan dikeluarkan (investasi maupun operasi), dan aspek keselamatan pabrik itu sendiri. Semakin awal kita memikirkan ttg aspek keselamatan proses ini dlm suatu siklus proyek, maka akan semakin mudah bagi kita utk mengimplementasikannya. Dan di saat2 awal inilah kita akan bertanya ttg bahan baku yg digunakan, seleksi reaksi, seleksi kondisi operasi, dan jalur operasi atau desain prosesnya. Inherently safer process design adalah ttg desain proses yg sejatinya lbh aman (inherently safer) drpd proses yg sudah ada. Jd di dlmnya terlibat perbandingan dgn proses2 sejenis dan inovasi berkelanjutan utk terus2 menerus mjd lbh aman dari sisi desain prosesnya maupun pengembangan risetnya.

“What you don’t have can’t leak” adalah frasa terkenal yg diucapkan oleh bapak process safety dunia, Trevor Kletz. Berangkat dari pernyataan ini lah pendekatan2 inherently safer process design dikembangkan. Pendekatan2 ini meliputi:

  1. Meminimalkan/Mengurangi (intensification/minimize) penyimpanan senyawa2 kimia berbahaya yg kita gunakan. Klo bisa, gunakan seminimal mungkin penyimpanan senyawa2 berbahaya. Krn jika bocor atau terjadi sesuatu, cm sejumlah minimal itu lah yg mesti ditangani.
  2. Mengganti (substitute) senyawa2 kimia berbahaya dgn yg kurang atau bahkan tidak berbahaya. Dengan begini, kita akan berbicara di tahapan bahan baku yg digunakan dan pemilihan reaksi.
  3. Melaksanakan pada kondisi yg lbh aman (moderate/attenuation) utk melangsungkan reaksi dan/atau operasi2 yg diperlukan. Bisa dgn melangsungkan reaksi di kondisi yg lbh aman (temperature ruang dan tekanan atmosferik) atau bisa dgn melangsungkan reaksi dgn fasa yg lbh aman. Misalnya fasa uap lbh disukai krn densitasnya yg rendah. Krn klo bocor, jumlah (mass) yg keluar jauh lbh sedikit drpd klo fasa cairan.
  4. Memudahkan (simplify) prosedur kerja, memberi tanda2 dan rambu2 yg lbh jelas, atau desain sistem perpipaan yg jelas dan tidak membingungkan.

Nah, dr sini kemudian banyak org mengadakan riset dan menawarkan metode2 atau cara2 yg memudahkan kita utk mengimplementasikan langkah2 di atas. Pertanyaan berikutnya adalah jika kita punya bbrp alternatif solusi, yg manakah yg lbh inherently safer?  Adakah cara utk mengetahuinya?

Jawabannya akan kita gali lbh lanjut di tulisan2 berikutnya. Utk sementara, coretan saya di sini akan sedikit membantu.

Coretan ttg Inherently safer process design

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: