Gerakan hemat energi, investasi di bidang energi, dan kerjasama pemerintah-industri-universitas

Pendahuluan

Kebutuhan energi Indonesia meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonominya. Peningkatannya diperkirakan sebesar 4.7% per tahun dari 2011 sampai 2030. Berdasarkan data yang dirilis Kementrian ESDM lewat Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia tahun 2012, konsumsi energi tahun 2011 adalah sekitar 1.1 milyar BOE. Maka pada tahun 2030 kebutuhan energi akan sebesar 2.7 milyar BOE. Sektor industri, rumah tangga, dan transportasi adalah konsumen terbesar dengan masing-masing sekitar 32%, 29%, dan 25%.

Mayoritas kebutuhan energi saat ini disuplai oleh sumber-sumber energi utama seperti bahan bakar minyak atau BBM (39%), batubara (22), biomasa (18%, dan gas alam (17%). Sektor industri disuplai oleh batubara (35%), gas (29%), BBM (28%), dan listrik (8%). Sektor rumah tangga disuplai terutama oleh gas (41%) dan listrik (47%). Sementara itu, sektor transportasi didukung hampir 100% oleh BBM. Total kapasitas terpasang pembangkit listrik saat ini adalah sekitar 40 GW (sekitar 0.21 milyar BOE) dan pengilangan minyak bumi adalah sebesar 1.1 MMBPSD (sekitar 0.32 milyar BOE untuk 80% fraksi produk). Sementara itu, sekitar 25% dari pembangkit listrik yang ada menggunakan BBM. Sehingga dapat dilihat bahwa kapasitas pembangkit listrik dan pengilangan minyak bumi sangat jauh di bawah target 2030.

Perbedaan antara kebutuhan dan suplai energi di atas menunjukkan kalau negara Indonesia memerlukan solusi energi. Solusi energi yang didiskusikan di sini mencakup tiga hal penting. Pertama, peningkatan efisiensi penggunaan energi. Kedua, pembangunan industri penghasil sumber energi seperti pembangkit listrik dan kilang minyak. Dan yang terakhir adalah kerjasama antara rakyat, lembaga pendidikan dan riset, industri, dan pemerintah.

Peningkatan efisiensi penggunaan energi

Dari data di atas terlihat bahwa dunia industri merupakan pengguna energi terbanyak. Efisiensi di bidang ini bisa dilakukan dengan cara seperti:

  • Menggunakan peralatan yang berefisiensi energi tinggi. Contohnya adalah penggunaan variable frequency drive untuk alat yang berputar seperti pompa dan kompresor. Atau menggunakan bahan isolasi yang tepat untuk peralatan yang beroperasi pada temperatur tinggi. Atau mendesain peralatan yang sesuai agar bisa bekerja di titik efisiensi optimumnya (best efficiency point).
  • Melakukan dan memanfaatkan inovasi di bidang industri yang menekankan pada intensifikasi proses seperti reactive distillation,reactive extraction, dividing wall column, centrifugal extraction, dan sebagainya.
  • Memanfaatkan energi seoptimum mungkin melalui aplikasi heat pump, waste heat recovery, atau heat integration lewat pinch analysis-nya.

Bidang transportasi juga merupakan pengguna energi dalam jumlah besar yang sebagian besarnya habis terbuang di kemacetan lalu lintas. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Pengadaan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau. Dengan adanya sarana transportasi umum seperti ini, maka masyarakat akan secara otomatis meninggalkan atau mengurangi penggunaan transportasi pribadi mereka. Jalur bus Trans Jakarta dan KRL adalah contoh keberhasilan transportasi umum yang mesti ditingkatkan lagi jumlah dan jenisnya. Pilihan transportasi umum lain yang bisa diaplikasikan adalah seperti MRT, Metro atau Subway, bus listrik atau kereta api. Untuk transportasi antar pulau, jenis pesawat yang dikembangkan oleh Pak BJ Habibie sangat lah sesuai dan berefisiensi energi tinggi.
  • Perbaikan dan pengembangan jalur transportasi darat di seluruh Indonesia. Dengan adanya jalur transportasi yang baik, maka segala hambatan lalu lintas yang berpotensi menghabiskan BBM bisa diminimalkan. Hendaknya, jalur-jalur transportasi ini dibangun dengan memperhitungkan jangka waktu yang sangat panjang. Hal ini untuk menghindari perbaikan jalan yang sama terus-menerus, sementara ada banyak lagi jalur transportasi lain yang mesti dibangun.

Bidang perumahan dan perkantoran juga dapat melakukan penghematan dengan cara:

  • Pemakaian peralatan yang hemat energi seperti lampu LED, mematikan lampu atau sumber energi lain ketika tidak lagi digunakan.
  • Mendesain dan membangun perumahan dan perkantoran dengan memerhatikan aspek sirkulasi udara dan pencahayaan. Hal ini dapat mengurangi penggunaan alat pendingin ruangan dan lampu.

Dengan berbagai macam usaha penghematan ini, berbagai studi melaporkan bahwa setidaknya sekitar 30-50% konsumsi energi yang sekarang dapat dikurangi.

Pembangunan industri penghasil sumber energi

Solusi kedua yang akan didiskusikan adalah peningkatan kapasitas penyedia energi. Kabar investasi pengembangan kilang-kilang minyak bumi Pertamina setidaknya telah menjadi langkah awal. Dari segi penggunaan akhirnya, sumber-sumber energi yang diperlukan dapat dikategorikan ke dalam bahan bakar minyak, gas, dan listrik. Pemanfaatan dan pengembangan ketiga kategori sumber energi ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

Bahan bakar minyak

Selain dengan mengembangkan atau membangun kilang minyak bumi yang baru, juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, BBM dapat diproduksi dari gas, batubara, dan biomasa. Beberapa teknologi yang tersedia adalah sebagai berikut:

  • Teknologi GTL (Gas to Liquid) mengubah gas alam menjadi campuran hidrokarbon melalui reaksi Fischer-Tropsh. Shell telah membangun pabrik GTL terbesar di dunia di Qatar dan ini bisa dijadikan acuan. Oleh karena Indonesia sangat kaya akan gas dan sangat memerlukan BBM, maka solusi ini bisa dipertimbangkan. Teknologi GTL lainnya adalah dengan mengubah gas alam menjadi methanol yang kemudian diubah menjadi bensin. Teknologi ini telah diaplikasikan di New Zealand.
  • Teknologi CTL (Coal to Liquid) dari SASOL telah dikembangkan selama puluhan tahun dan telah dibangun di berbagai negara. Indonesia yang kaya akan batubara juga dapat mempertimbangkan teknologi ini.
  • Teknologi BTL (Biomass to Liquid) yang banyak diaplikasikan saat ini berasal dari bahan pangan. Brasil adalah salah satu contoh suksesnya. Untuk mengatasi persaingan dengan bahan pangan, alternatifnya adalah dengan bahan baku dari biomasa yang mengandung lignocellulose seperti kayu. Teknologi ini mirip dengan CTL dengan sedikit modifikasi di unit gasifikasi dan pemurnian gasnya.

Listrik

Pembangkit listrik seharusnya tidak menggunakan BBM sebagai sumber energinya. Dengan demikian, beban BBM ini dapat dikurangi. Beberapa alternatif sumber energi pembangkit listrik adalah:

  • Pembangkit listrik tenaga matahari seperti panel surya dan panel surya terkonsentrasi (concentrated solar panel). Teknologinya sudah tersedia dan harga investasinya diperkirakan akan terus menurun karena pengembangan terbaru.
  • Pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) juga harus ditingkatkan. Dari data ESDM di atas, kapasitas terpasang adalah sekitar 1 GW dengan potensi sebesar 30 GW.
  • Pembangkit listrik tenaga angin yang sudah sangat mature juga dapat dimanfaatkan. Proyek WhyPGen dari BPPT menyatakan bahwa potensi Indonesia adalah sebesar 9.2 GW dan baru terpasang sebesar 9 MW.
  • Jumlah pembangkit listrik tenaga air juga masih harus ditingkatkan. Potensi yang ada (77 GW) baru termanfaatkan sebesar 6%nya.  Aplikasi mikrohidro yang telah dimanfaatkan di beberapa daerah juga mesti ditambah.
  • Bahan baku organik hasil sisa pertanian dan kehutanan memiliki nilai energi yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Hal ini bisa dilakukan lewat Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC). Negara-negara di Eropa sudah lama menerapkan konsep ini sebagai salah satu sumber energi terbarukan mereka. Sampah berupa sisa makanan, pakaian, dan plastik juga bisa digunakan sebagai bahan baku IGCC ini. Dengan konsep ini, Indonesia tidak hanya memiliki solusi untuk pembangkit listrik, tetapi juga untuk mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk.

Bahan bakar gas

Teknologi biogas rumah tangga juga bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik dapur. Sampah rumah tangga seorang perhari bisa dijadikan biogas secara anaerobik untuk keperluan memasak sehari. Dengan demikian, rakyat Indonesia bisa menghemat pembelian gas dan juga mengurangi pembuangan sampah. Di daerah pedesaan yang banyak terdapat hewan ternak, aplikasi reaktor biogas dari kotoran hewan itu juga bisa dimanfaatkan. Sisa padatan hasil kerja bakteri anaerobik ini kemudian bisa digunakan sebagai pupuk.

Kerja sama dan dukungan pemerintah

Berbagai usaha peningkatan efisiensi penggunaan energi dan pembangkit energi di atas tentunya tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa peran aktif berbagai pihak. Masyarakat mesti diajarkan untuk menggunakan energi seefisien mungkin. Peran aktif masyarakat, lembaga pendidikan dan riset, serta industri untuk menggalakkan wirausaha energi juga mesti ditingkatkan. Beberapa usaha individu dalam mengembangkan teknologi biogas atau mikrohidro patut diberikan dukungan dan terus dikembangkan di seluruh nusantara.

Pemerintah, di sisi lain, hendaknya memberikan dukungan yang kuat lewat pendidikan bagi masyarakat, suntikan dana riset, maupun pemberian insentif berupa keringanan pajak atau bantuan investasi buat wirausahawan energi. Kebijakan yang mendukung pengembangan riset dan teknologi di bidang energi juga harus dikeluarkan dan dilaksanakan. Dunia industri juga hendaknya berperan aktif menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga riset yang ada. Hasil-hasil riset ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, industri, dan masyarakat secara umum.

Penutup

Berbagai pilihan penghematan dan pembangunan sumber energi telah dijabarkan di atas. Dengan peran serta seluruh lapisan masyarakat, lembaga pendidikan dan riset, industri, dan dukungan dari kebijakan pemerintah, maka Indonesia akan mampu berdikari di bidang energi secara total.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: