Project charter

Setelah kita mengidentifikasi kualitas2 yg perlu utk ditingkatkan, kemudian kita buat tujuan (objective) dr apa (proyek) yg akan kita kerjakan. Dalam bahasa six sigma, ini disebut dgn CTQ (Critical To Quality). Atau disebut jg dgn objective yg SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time). 

 20141017_103219

 Cp dan cpk_05

Kemudian kita buat yg namanya “Project Charter”. Project charter ini biasanya berisi:

  • inti masalah (problem)
  • apa untungnya klo proyek ini dikerjakan (business case)
  • tujuan yg smart tadi (goal)
  • ruang lingkup yg akan dikerjakan dan yg tidak akan dikerjakan (in and out of scope)
  • siapa aja yg terlibat (team member)
  • rencana kasar (planning)
  • hal2 apa yg akan menghambat kemajuan proyek ini (constraints)

Yg perlu diingat adalah bahwa project charter ini adalah dokumen yg hidup (live document) yg secara berkala harus didiskusikan lagi dgn semua anggota yg terlibat dan dgn si pemberi tugas (project owner). Bisa saja dlm perjalanan kita akan menemukan klo yg tadinya kita anggap inti masalah, ternyata bukan. Atau bisa saja business casenya berubah. Yg tadinya cukup menguntungkan, ternyata tidak terlalu menguntungkan secara ekonomi. Atau pekerjaan yg tadinya out of scope, ternyata mesti in-scope agar business case nya bisa baik. Dan seterusnya.

Dlm menyusun anggota yg terlibat, kita bisa menggunakan metode RACI, spt gbr di bawah:

Cp dan cpk_06 Secara ringkas,

  • R = Responsible alias orang yg akan mengerjakannya secara langsung
  • A = Accountable alias orang yg akan bertanggung jawab atas pekerjaan tsb. Bisa saja R dan A adalah orang yg sama. Atau A adalah supervisor si B.
  • C = Consulted alias orang yg mengerti ttg proses atau memiliki pengalaman atau ilmu yg relevan dgn proyek yg kita lakukan. Biasanya orang2 ini adalah staf ahli atau spesialis di tempat tsb.
  • I = Informed alias orang yg tidak terlibat secara langsung dgn proyek tsb tp bidang kerjanya bersinggungan dgn proyek yg kita lakukan. Mereka cukup hanya perlu diinformasikan saja mengenai kemajuan proyek.

Jika kita sudah memiliki daftar aktivitas yg mesti dilakukan, maka kita bisa memetakan siapa2 saja yg mmg diperlukan dan utk apa. Tabel di bawah ini bisa digunakan.

Cp dan cpk_07

SIPOC diagram di bawah ini digunakan utk mengidentifikasi seluruh elemen2 yg terkait dlm proses di proyek yg akan kita kerjakan. Biasanya diagram ini dilengkapi di fasa Measure.

Cp dan cpk_08

Diagram ini bisa digunakan utk visualisasi keterkaitan elemen2 yg ada. Dimulai dari supplier bahan baku, misalnya, kemudian apa kualitas atau spesifikasi bahan baku tsb (sbg input, x). Kemudian, apa pengaruh x ini terhadap kualitas output, y, setelah melalui proses yg ada. Kemudian, apakah nilai y ini sesuai dgn apa yg pelanggan perlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: