Pemodelan dinamik 4 – Gangguan dari downstream pressure

Dampak dari gangguan tipe pertama, fluktuasi unit downstream pressure, ke ketiga sistem dpt dilihat di tulisan kali ini. Gbr pertama di bawah adalah utk kasus pertama di mana tekanan downstream vessel tergantung dari tekanan vessel upstream (dP = 0.1 bar).  Pada ~ 3 hr, tekanan downstream vessel upstream naik dari 1.4 bara ke 1.8 bara. Situasi ini menyebabkan kenaikan tekanan tiba2 di vessel upstream.  Control valve yg mengatur tekanan di vessel upstream membuka utk menstabilkan tekanannya. Efek lainnya adalah tekanan vessel downstream meningkat jg secara otomatis krn dP controller yg dipasang. Kedua aliran masuk N2 dan H2O turun secara tiba2 krn dP antara tekanan sumber dan tekanan vessel menurun tiba2. Krn tekanan di vessel downstream ikutan naik, maka aliran masuk N2 ke vessel downstream jg ikut turun. Hal yg sebaliknya terjadi ketika tekanan downstream diturunkan dari 1.8 bara ke 1.5 bara pada ~ 12 hr.

4a

Pada ~ 7 hr, tekanan downstream dr vessel downstream dinaikkan dari 1.3 bara ke 1.7 bara. Hal ini mengakibatkan kenaikan tekanan tiba2 di vessel downstream. Control valve nya membuka utk menstabilkan tekanan. Aliran masuk N2 mengalami penurunan tekanan secara tiba2 krn dP antara sumber dan vessel yg turun. Ketika tekanan vessel downstream stabil, maka alirannya pun kembali normal. Hal yg sebaliknya terjadi ketika tekanan downstream diturunkan dari 1.7 bara ke 1.4 bara pada ~ 40 hr. Perubahan tekanan downstream dari vessel downstream tidak memengaruhi tekanan di vessel upstream, tetapi tidak sebaliknya.

Kasus kedua di mana kedua vessel memiliki pressure controller yg independen dpt dilihat hasilnya di bawah.

4b

Pada ~1 hr, tekanan downstream dari vessel upstream dinaikkan dari 1.4 bara ke 1.8 bara. Hal ini jg menaikkan tekanan di vessel upstream secara tiba2. Valvenya membuka utk menstabilkan tekanan. Kedua aliran inlet, N2 dan H2O, mengalami penurunan aliran secara tiba2 krn perbedaan antara tekanan sumber dan vessel menurun. Hal yg sebaliknya terjadi ketika tekanan downstream diturunkan dari 1.8 bara ke 1.5 bara.

Pada ~4 hr, tekanan downstream dari vessel downstream dinaikkan dari 1.3 bara ke 1.7 bara. Tekanan vessel downstream naik tiba2 dan control valve membuka utk menstabilkan keadaan. Inlet N2 jg mengalami penurunan secara tiba2. Hal yg sebaliknya terjadi ketika tekanan downstream diturunkan dari 1.7 bara ke 1.4 bara.

Untuk kasus tambahan yg tidak memiliki control valve di antara kedua vessel tsb, hasilnya spt di bawah ini. Ketika tekanan downstream terganggu, tekanan vessel, baik upstream dan downstream jg terganggu. Akibatnya, liquid level di vessel upstream mengalami gejolak dan tidak terkontrol. Tekanan vessel upstream yg naik secara tiba2 mengakibatkan H2O mengalir tanpa terkontrol ke vessel downstream. Akibatnya, liquid level di vessel upstream tsb pun turun secara drastis. Ketika tekanan downstream dari vessel downstream dinaikkan, maka tekanan di vessel downstream jg ikut naik. Hal ini menyebabkan liquid yg mengalir ke vessel downstream mengalami penurunan laju alir. Akibatnya, liquid level di vessel upstream pun kembali naik. Demikian sebaliknya utk tekanan downstream yg menurun.

4c

Hasil simulasi krn kenaikan tekanan di vessel upstream dpt dilihat di Pemodelan dinamik 5.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: