Diskusi ttg standar deviasi

Ini adalah hasil kompilasi tulisan saya di milis teknik kimia di awal tahun lalu mengenai diskusi standar deviasi. Cuma sbg pengingat, mana tau lupa­čśÇ.

———————————————————————————————————————————————————————–

Sepengertian saya, standard deviation itu merupakan jarak rata2 antara nilai2 pengukuran terhadap nilai rata2nya (mean value). Semakin besar standard deviation ini atau semakin besar jarak rata2 ini terhadap nilai rata2nya, maka akan semakin tidak presisi lah pengukuran tsb (bisa jg semakin tidak stabil proses produksinya dgn asumsi alat ukurnya bekerja dgn baik dan tdk banyak berubah). Dengan kata lain, utk nilai standard deviation yg besar, nilai suatu pengukuran dgn pengukuran lainnya bisa berbeda jauh (dgn kondisi/treatment yg sama).
Klo saya pribadi, nilai standard deviation yg bagus ya berarti yg semakin kecil­čśÇ. Krn dgn begitu berarti┬áproses produksi kita lbh reliable, dalam artian bisa memproduksi barang2 dgn kualitas yg tidak berbeda jauh. Tentunya dgn syarat bahwa alat ukurnya selalu dijaga dgn baik dan dikalibrasi dgn tepat.
Pertanyaan Bapak yg kedua agak membingungkan.
Klo saya mengerti pertanyaannya, mungkin begini: Misalnya kita punya sampel sejumlah (n) tulangan beton. Msg2 tulangan beton itu kita lakukan uji tarik. Berarti ada n kali pengukuran. Dr n jumlah pengukuran ini, akan ada satu nilai rata2 dan satu nilai standard deviation. Klo nilai standard deviation ini relatif kecil (nilai relativitas ini bisa berbeda dr satu jenis pengukuran, satu jenis industri, dll), maka produksi tulangan betonnya bisa dikatakan cukup reliable, konsisten, reproducible, dll.
Atau misalnya kita cm punya satu sampel tulangan beton dan dilakukan uji tarik sebanyak n kali. Kemudian dr hasil n pengukuran tsb dihitung nilai rata2 dan standard deviationnya. Klo ternyata nilai standard deviationnya relatif besar, maka salah satu dr yg di bawah ini bisa gak benar:
1. alat ukurnya
2. orang yg mengukur
3. cara mengukurnya
Literaturnya banyak di google dan buku2 statistik.
——————————————————————————————————————————————————————————-
Besaran nilai std deviasi ini sgt tergantung dr besaran nilai pengukuran yg dilakukan. Dan besarnya nilai pengukuran ini sgt berbeda dr satu jenis pengukuran ke pengukuran lainnya, misalnya density, viscosity, modulus, dll, yg msg2nya gak bisa dibandingkan. Ada satu pengukuran yg punya std deviasi 1, dan si pemilik plant udah ketakutan dgn std deviasi “sebesar” itu. Ada jg yg punya std deviasi sekitar 1000, tp si empunya produk msh nyantai2 aja dgn nilai 1000 itu. Klo utk uji tulang beton, saya gak punya feeling brp besar nilai pengukurannya.
Atau, apa di standar SNI itu gak ada keterangannya? Di standar SNI itu pasti ada tertera nilai pengukuran minimum (maksimum jg?) yg dibolehkan kan?
Klo saya mengerti maksud Pak Agus, ambil aja nilai itu sbg batas bawah (atau atas). Kemudian lakukan pengukuran uji tulang beton td dan hitung mean dan std deviationnya. Cek apakah nilai2nya termasuk distribusi normal dan klo iya, hitung aja sbrp jauh nilai mean Pak Agus dgn nilai maksimum yg diperbolehkan tsb. Kemudian, bandingkan jarak tsb dgn nilai std deviationnya. Klo cuma 1 standard deviation aja nilainya udah melebihi nilai yg diperbolehkan, maka Pak Agus wajib khawatir. Klo udah 3 standard deviation, tp nilainya msh diperbolehkan, ya Pak Agus tenang2 aja. Apa kita punya pendapat yg berbeda?
—————————————————————————————————————————————————————————-
Mengenai anova, sepengertian saya, anova itu digunakan utk menganalisis perbedaan kedua set pengukuran (msg2 set terdiri dr bbrp pengukuran) dgn melihat variance nya. Saya gak tau apa hubungannya anova dgn masalah yg Pak Agus hadapi. Klo mmg Pak Agus ingin menganalisis perbedaan hasil pengukuran di kedua lab yg digunakan, ya boleh digunakan anova (atau t-test pun sudah cukup krn anova itu lbh ke analisis utk lbh dr dua variable). Meskipun saya gak ngerti buat apa.
Menurut saya, lakukan aja pengukuran di satu lab. Cari mean dan standard deviationnya. Terus, bandingkan dgn persyaratan yg dibutuhkan oleh SNI atau apapun. Dari situ baru kita bisa melihat apa yg mesti kita lakukan.
—————————————————————————————————————————————————————————-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: