Sedikit ttg karakter solid dan solid handling

Catatan pendek mengenai solid dan solid handling akan saya tulis di sini. Agar tidak lupa dan jg agar nanti gampang dicari kembali😀. Solid atau material padatan memiliki seni tersendiri dan cara terbaik utk memprediksi atau mengetahui perilaku material padatan tsb adalah dgn melakukan eksperimen. Dengan eksperimen kita jg akan dpt melihat bagaimana bentuk partikelnya mempengaruhi sifat material tsb secara bulk.

Anyway, ada dua hal penting yg saya catat utk mengetahui solid flowability atau kemampuan material padatan tsb utk mengalir. Krg lbh sama kyk viskositas utk liquid kali ya. Dua hal tsb adalah hausner ratio dan angle of repose.

Hausner ratio adalah rasio antara densitas bulk material tsb stlh dipadatkan dgn goncangan2 kecil (tapped) thd densitas nya tanpa pemadatan. H = ρT / ρB. Logika sederhananya adalah densitas setelah digoncang2kan itu lbh besar drpd yg gak pake goncangan. Sehingga nilai ini pun bernilai lbh besar drpd satu. Semakin dekat dgn satu berarti tanpa digoncang2kan pun (atau dgn goncangan minimal) partikel2 padatan tsb dpt mengatur dirinya (mengalir di antara partikel2 lainnya) sedemikian rupa sehingga bisa mengisi ruang2 kosong di antara mereka. Artinya, material padatan ini semakin mudah mengalir. Demikian jg sebaliknya. Dan jika Hausner rasio nya lbh besar dr 1.25, ini menunjukkan klo material padatan tsb sulit mengalir atau poor flowability.

Jika material padatan tsb dijatuhkan dr satu ketinggian ke atas suatu permuukaan datar, maka material2 tsb akan memberikan bentuk kerucut (conical). Angle of repose adalah sudut antara permukaan datar dgn puncak kerucut tsb. Utk visualisasinya, lihat gbr berikut:

Dengan logika sederhana spt di atas, jika sudut yg dibentuk mendekati 00, maka material padatan tsb mudah mengalir. Dan sebaliknya, semakin besar sudut yg dibentuk, maka material tsb akan semakin sulit mengalir.

Dan bentuk partikel dr material padatan sgt mempengaruhi keterkaitan antara partikel2 tsb, apakah mereka akan saling mengait dan menghasilkan material padatan yg sulit mengalir atau tidak.

Aliran material padatan tanpa pneumatic conveying didesain secara gravitasi. Dan sebaiknya dgn menggunakan pipa vertikal. Jika terpaksa menggunakan sudut alias tidak lurus vertikal antara inlet dan outletnya, maka sudut kemiringan pipa terhadap sumbu vertikal tidak boleh lbh dr 200 (rule of thumb).

Utk desain luas filter yg diperlukan utk memisahkan material padatan dr udara yg membawanya (conveying air), digunakanlah istilah gas to cloth ratio, atau rasio antara laju alir udara terhadap luas filter (e.g. (m3/hr)/m2 atau m/s). Nilai ini tergantung dr jenis material padatan yg ingin dipisahkan dan metode pembersihan filter tsb. Jika metode pembersihannya adalah dgn menggunakan jet air, maka kecepatan udara lbh tinggi atau luas filter lbh kecil drpd jika metodenya dgn pulsating air atau vibrasi filter. Kecepatan antara 2 – 2.5 cm/s utk pulsating air cleaning sudah cukup. Sementara utk jet air bisa sampe 3 kalinya atau lbh.

Terakhir, jg spy gak lupa, cara menghitung volume kerucut terpotong yg biasanya ditemukan di outlet2 hopper akan saya tuliskan di sini. Di bawah ini coret2an ttg penurunan utk mencari dimensinya, volumenya, dan sudut kemiringannya.

Kita bisa menentukan nilai a dan d krn ini merupakan ukuran inlet dan outlet dr hopper tsb. Dan utk memastikan sudut alpha tertentu (max 200), kita bisa mengatur2 nilai c (tinggi kerucut imajiner) dan b (tinggi hopper) sedemikian rupa. 

2 Comments (+add yours?)

  1. nur putri koto
    Feb 19, 2013 @ 16:57:57

    bermanfaat sekali.. trimakasih🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: