Bikin sabun

Catatan sederhana ini cm utk mengingatkan saya klo bikin sabun itu sebenernya sederhana😀.  Sabun dihasilkan dr reaksi yg disebut sbg saponifikasi. Gampang utk diingat menurut saya. Reaksi saponifikasi utk bikin sabun.

Reaksi saponifikasi adalah mereaksikan lemak atau minyak dgn alkali. Lemak dan minyak sebenernya berasal dr benda yg kurang lbh sama, yaitu asam karboksilat atau asam lemak. Lemak merupakan triglyceride, gabungan dr tiga asam lemak rantai panjang dgn gliserol. Krn ukuran molekulnya yg sgt besar ini, lemak sering didefinisikan sbg benda yg berfasa padat pada temperatur ruang. Sementara minyak adalah asam lemak itu sendiri. Dan krn ukuran molekulnya yg relatif kecil, minyak msh berfasa cair pada temperatur ruang. Alkali yg biasanya digunakan dlm reaksi saponifikasi ini adalah NaOH.

Reaksi saponifikasi tsb adalah:

Triglyceride + 3NaOH –> glycerin (atau gliserol) + 3 garam karboksilat

Minyak (R-COOH) + NaOH –> air + R-COONa

Garam karboksilat tsb adalah R-COONa dgn R berupa rantai karbon dgn panjang yg bisa berbeda, tergantung dr triglyceride yg kita gunakan. Garam karboksilat inilah yg merupakan bahan dasar dr sesuatu yg kita sebut sebagai sabun. R ini jg sering disebut sbg ekor dr sabun yg berupa molekul non polar, dan dpt menarik molekul2 non polar lainnya spt minyak dan lemak. Kepala dr sabun ini tak lain adalah ikatan COONa yg merupakan molekul polar yg bisa mengikat air. Dengan molekul spt inilah sabun bisa menarik minyak atau lemak dr piring yg kita cuci dan “melarutkan”nya ke dlm air cucian kita.

Reaksi saponifikasi ini memerlukan kalor agar bisa terjadi. Gliserin yg terbentuk memiliki property utk larut dlm larutan garam. Sementara itu, sabun cuma larut dlm larutan dgn kandungan garam yg rendah (elektrolit yg rendah). Oleh karena itu lah biasanya pemisahan gliserin dgn sabun ini dilakukan dgn menambahkan garam. Sabun yg tidak larut akan mengambang di atas permukaan, meninggalkan gliserin beserta larutan garam di bagian bawahnya.

Sabun hasil pemisahan dgn gliserin ini bukan tidak mengandung gliserin sama sekali. Gliserin diperlukan krn sabun (R-COONa) ini sgt keras. Gliserin diperlukan utk memberikan property utk smoothening dan softening.

Sisa2 alkali (NaOH) yg msh terdapat di sabun dinetralkan dgn menambahkan asam lemah. Proses ini biasanya dinamakan soap purification, yg juga utk memisahkan air yg terbentuk dr reaksi netralisasi ini.

Proses berikutnya adalah finishing. Gunanya utk menambahkan apapun yg kita inginkan sbg property sabun tersebut. Jika kita ingin lbh wangi, kita tambahkan pewangi. Klo ingin lbh tahan lama, kita berikan pengawet. Klo mau warna, jg kita tambahkan warna.

Selama proses ini (dr reaksi sampai finishing), temperature kita jaga minimal 70oC agar cairan sabun ini bisa dipompa dan ditransfer dr satu tempat ke tempat lainnya. Setelah kita menambahkan apapun yg kita inginkan utk sabun ini, barulah cairan sabun ini kita tuangkan ke cetakan klo perlu, dan temperature nya kita turunkan ke temperature ruang. Dan kita telah berhasil membuat sabun kita sendiri.

Berikut ini adalah blok diagramnya secara sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: