Antara duit, BBM, batubara, dan gas alam (2)

Namanya jg itung2an kasar, jdnya hasil perhitungan ini pasti meleset, hehehe… tlg bantu menghitungnya ya. Anyway, begini ceritanya…
Data tahun 2004 itu menyatakan klo BBM impor sekitar 212 bbl/hari dan impor minyak mentah sekitar 487 bbl/hari. Di tulisan ini, BBM dianggap sbg gabungan antara gasoline (bensin klo kata kita) dan diesel (solar). Jika efisiensi produksi BBM dari minyak mentah sekitar 75%, maka total BBM impor tahun 2004 adalah 577 bbl/hari. Dengan mengasumsikan kenaikan impor BBM pertahun sekitar 10%, maka total BBM impor tahun 2008 sekitar 845 bbl/hari. Hmm.. klo ada data yg lbh akurat lg ttg total impor BBM tahun 2008 akan lbh baik.

Hasil studi di Shell kemarin menggunakan proyek ORYX GTL sbg basis desain. Kasarnya, total investasi (TCI) utk proyek GTL tahun 2005 adalah 1100 juta US dollar (MM USD) sementara utk CTL tahun 2005 sekitar 1800 MM USD. Kapasitas basis desain adalah 34000 bbl/hari. Faktor scale-up yg dipake 0.7. CEPCI (Chemical Engineering Plant Cost Index) 2005 adalah 468.2 dan CEPCI 2008 sebesar 549.2. Sementara efisiensi pengolahan CTL dan GTL kita pukul rata 50% (efisiensi thermal).

Asumsi nilai kalor (heating value) utk sumber2 energi tsb kita tanya dr Om Wiki. Katanya, heating value BBM (50% gasoline-50% diesel) sekitar 43 MJ/kg. Sementara heating value batubara sekitar 27.5 MJ/kg dan heating value gas alam sekitar 1.08 MJ/SCF. Untuk massa jenis BBM, ambillah 0.8 kg/ltr.

Nah, setelah capek mencari2 data, kita kembali ke prediksi total impor BBM 2008, yaitu 845 bbl/hari. Skrg ceritanya kita ingin memenuhi konsumsi BBM tsb dr pengolahan gas dan batubara. Klo diasumsikan 50%-nya diperoleh dr pengolahan gas alam dan 50% lg dr batubara, maka sekitar 423 bbl/hari BBM harus keluar dr pabrik CTL. Demikian jg dgn pabrik GTL-nya. Dengan data2 di atas, batubara yg diperlukan utk produksi 423 bbl/hari BBM adalah sekitar 168 ton/hari (61 ribu ton/hari). Sementara gas alam yg diperlukan sekitar 4.2 juta SCF/hari (atau 4.2 MMSCFD). Klo dibandingkan dgn cadangan batu bara yg sebesar 6.9 juta ton, maka konsumsi linear ini akan menghabiskan cadangan batu bara kita setelah 112 tahun. Sementara dgn gas alam yg sebanyak 142 milyar SCF, cadangan itu akan habis stlh 91 tahun. Klo dibandingkan dgn besar produksi tahun 2004, penggunaan batubara utk produksi BBM di CTL hanya sebesar 0.05%-nya. Sementara penggunaan gas alam di GTL juga hanya sebesar 0.05% dr produksi 2004.

Investasi utk CTL tahun 2008 kita hitung sebesar 97.8 MM USD, sementara utk GTL sekitar 60 MM USD. Total investasinya sekitar 157 MM USD atau sekitar 1.6 triliun Rupiah (1 USD = 10000 Rupiah). Hmm… cm dengan 1.6 triliun Rupiah kita udah bisa memenuhi kebutuhan BBM kita tanpa harus impor. Klo dibandingkan dgn RAPBN 2009 yg sebesar 1122 triliun Rupiah, investasi utk CTL dan GTL ini sangatlah kecil.

Skrg kita prediksi sampe tahun 2024 dgn asumsi kasar bahwa kita akan membangun pabrik berskala besar yg bisa memenuhi kebutuhan impor BBM sampe 2024. Kebutuhan BBM impor saat itu sebesar 3.8 ribu bbl/hari. Investasi utk CTL dgn kapasitas 1.9 ribu bbl/hari akan menjadi 285 MM USD dan utk GTL sebesar 174 MM USD. Total investasinya setara dgn 4.6 triliun rupiah. Hmm.. tetap jauh lbh kecil drpd RAPBN 2009. Dengan produksi sebesar ini per harinya, cadangan batubara kita akan habis dlm waktu 24 tahun dan gas alam akan habis dlm waktu 20 tahun.

Sayangnya aku gak punya data ttg brp banyak pemerintah mengeluarkan uang utk mengimpor BBM. Seandainya ada, kita bisa menghitung brp lama balmod (balik modal aka payback period)-nya.
(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: