Can we calculate fire?

Di bidang fire safety engineering, terutama utk industri building construction, ada bbrp pertanyaan2 yg berkaitan dgn api dan keselamatan penghuni. Contohnya, bisakah kita menghitung seberapa besar api yg dihasilkan klo material gedung tersebut terbakar? Atau lebih spesifik lg, seberapa cepat api itu berkembang? Berapa lama waktu yg diperlukan utk bisa keluar dari ruangan atau gedung yg terbakar? Semua pertanyaan ini berkaitan dgn rate of heat release dr material terkait. Rate of heat release per unit of time atau laju energi yg dihasilkan per satuan waktu dr material yg terbakar digunakan sbg kriteria utk mengkarakterisasi api yg dihasilkan. Perhitungan ini didasarkan pada pengukuran sensible heat yg hilang, energy balance dr sistem, dsb. Ini adalah metode tradisional. Klo misalnya eksperimen uji-api (fire test) utk skenario kamar yg terbakar, diperlukan sgt banyak sensor temperature. Kesahihan hasilnya pun sgt tergantung dr kesahihan puluhan atau mungkin ratusan sensor temperature tersebut.

Ada sebuah metode yg baru dgn konsep yg sebenarnya sudah sgt lama, di awal abad ke-20, utk bisa mengukur api ini dgn lbh akurat lg. Prinsipnya sgt sederhana, yaitu dgn hanya mengukur laju exhaust gas dr hasil pembakaran tersebut beserta konsentrasi oksigen di dalam exhaust gas itu. Hal ini dilandasi pada kenyataan bahwa sebagian besar bahan baker organic yg terbakar akan menghasilkan sejumlah energi yg tetap utk setiap oksigen yg dikonsumsi (Thornton, 1917; Huggett, 1980). Sebagian besar material organik akan menghasilkan 13.1 MJ/kg oksigen yg dikonsumsi selama proses pembakaran tsb. Rentang akurasinya sekitar +/- 5%.

Bbrp eksperimen uji-api di Uni Eropa dikembangkan dgn menerapkan prinsip ini. Di antaranya adalah Room Corner Test (ISO 9705), Single Burning Item test (EN 13823), dan Cone Calorimeter test (ISO 5660). Room Corner Test (RCT) adalah eksperimen uji-api standar yg berlaku secara internasional. Testnya menggunakan satu ruangan dgn ukuran tertentu yg dibuat dr material yg ingin diujikan. Karena ukurannya yg besar dan sangat tidak praktis, dikembangkanlah Single Burning Item (SBI) test. Test SBI ini cuma memerlukan dua bagian material yg dipasang secara 90o dgn ukuran tertentu. Test ini diperlukan utk mendapatkan CE marking sblm suatu building material bisa dipasarkan di Eropa. Sementara utk keperluan eksperimen utk product development, Cone Calorimeter test lbh umum digunakan. Korelasi2 matematika sudah banyak dikembangkan utk menghubungkan hasil dr Cone Calorimeter dgn SBI dan jg dgn RCT test.

Nah, tetaplah di page ini utk cerita2 selanjutnya mengenai api🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: