Jenis2 error dlm mengambil keputusan

Ada 2 jenis error dlm mengambil keputusan, yaitu type I error dan type II error. Dlm bahasa statistic, type I error adalah probability to reject null hypothesis while it is true dan type II error adalah probability to accept null hypothesis while it is false. Lbh sederhananya, type I error adalah probability to incorrectly reject the correct one dan type II error adalah probability to incorrectly accept the incorrect one. Kemungkinan (probability) ini ditentukan oleh nilai p (p-value). Hal yg lbh tricky lg di sini adalah menolak satu hypothesis bukan berarti kita menerimanya. Rejecting a hypothesis does not necessarily accept it.

Untuk menjelaskan error2 ini dlm bahasa sederhana, kita perlu mengambil contoh kecil. Misalkan null hypothesis adalah semua orang jahat itu jelek. Sementara anti tesis dr sini adalah tidak semua orang jahat itu jelek.

Ho = semua orang jahat itu jelek

H1 = tidak semua orang jahat itu jelek

Katakanlah p-value dr tesis ini adalah 0.03.

Untuk type I error:

Type I error dr kasus ini berarti kita mengatakan bahwa tidak semua orang jahat itu jelek, padahal kenyataannya semua orang jahat itu jelek. Dgn p-value = 0.03, berarti ada 3% kemungkinan kita membuat kesalahan klo kita menolak null hypotesis ini. Yg artinya, ada 3% kemungkinan kita membuat kesalahan klo kita menolak pernyataan bahwa semua orang jahat pasti jelek. Maka, kita menolak null hypothesis dan menerima anti tesisnya. Secara praktis, kita bisa bilang gak semua orang jahat itu jelek.

Untuk type II error:

Type II error utk kasus ini berarti kita mengatakan bahwa semua orang jahat itu jelek, padahal kenyataannya tidak semua orang jahat itu jelek. Dgn p-value = 0.03, artinya ada 3% kemungkinan utk melakukan kesalahan klo kita menerima null hypothesis ini. Yg artinya, ada 3% kemungkinan kita membuat kesalahan klo kita mengatakan bahwa semua orang jahat itu jelek. Maka, kita akan menerima null hypothesis dan mengatakan bahwa semua orang jahat itu jelek.

Analysis dgn menggunakan type I error dan type II error sgt tergantung aplikasi dan hypothesis yg diberikan kpdnya. Misalnya kita bekerja sbg quality control suatu barang. Klo hypothesis didesain spt berikut,

Ho = barang ini bagus

H1 = barang ini tak bagus,

Maka;

Type I error à kita bilang barang ini tak bagus, padahal bagus

Type II error à kita bilang barang ini bagus, pdhl tak bagus

Seandainya kita melakukan type I error, maka kehilangan satu barang bagus (tidak dijual ke pembeli) gak terlalu menjadi masalah. Sementara klo kita melakukan type II error, maka kita akan telah menjual barang yg tdk bagus kpd konsumen. Akibatnya, kita akan kehilangan kredibilitas dan kepercayaan dr konsumen.

Sehingga utk kondisi spt ini dan hypotesis yg didesain spt di atas, meminimalisir type II error adalah analysis yg terbaik. Di banyak kasus2 lainnya, meminimalisir type I error selalu digunakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: