Kelapa sawit adalah salah satu komoditi terpenting bagi Indonesia di luar sektor migas. Saat ini, Indonesia tercatat sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Permasalahannya adalah produksi kelapa sawit ini tidak diikuti oleh peningkatan kualitas hidup para petani sawit. Salah satu penyebabnya adalah Indonesia hanya mengekspor lgsg buah kelapa sawit atau minyak mentah dr kelapa sawit (crude palm oil dan kernel palm oil). Keduanya bernilai sangat rendah dibandingkan dgn produk2 turunan yg bisa dihasilkan dari kelapa sawit ini. Katakanlah minyak goreng, margarine, beta karoten, bahan baku utk industry oleochemical (chemical yg diambil dr minyak dan lemak), makanan, sampai ke produk2 perawatan tubuh. Tulisan kali ini mencoba utk mengangkat produksi bahan antara utk produk2 di atas dr kelapa sawit, yaitu olein dan stearin.

Buah kelapa sawit dpt dilihat di gbr di bawah. Minyak yg diambil dr daging buah sawit disebut sbg palm oil, sementara minyak yg berasal dr inti sawit disebut kernel oil. Warna kemerahan dr buah dan minyak sawit ini berasal dr beta karoten yg terkandung di dlmnya.

Umumnya crude palm oil (CPO) mengandung lbh dari 95% triacylglycerols atau triglycerides. Triglycerides adalah ester dari glycerol. Dengan kata lain, triglycerides terdiri dari glycerol dan 3 fatty acid. Fatty acid atau asam lemak adalah asam karboksilat (R-COOH) dengan R berupa gugus C rantai panjang. Jika R berupa gugus C rantai pendek (6 atau kurang), asam lemak ini biasa disebut sebagai volatile fatty acid (VFA).

Triglycerides dr CPO sendiri umumnya mengandung myristic saturated (C14) ~ 1%, palmitic saturated (C16) ~ 43.5%, stearic saturated (C18) ~ 4.3%, oleic monounsaturated (C18) ~ 36.6%, linoleic polyunsaturated (C18) ~ 9.1%, dan sisanya tidak diketahui. (Sumber: Wikipedia)

5% sisanya adalah zat2 pengotor (biasanya disebut sbg non-triacylglycerol) spt free fatty acids (FFA ~ 3-5%), partial glycerols, phosphatides (phosphoacylglycerols = gums), elemen2 spt tembaga atau besi, produk2 hasil oksidasi, dan senyawa2 lain spt tocopherols dan tocotrienol (vitamin E), sterols (steroid alcohol, yg plg terkenal adalah cholesterol), beta karoten (provitamin A), dan komponen2 lain. Free fatty acid atau asam lemak bebas adalah, spt namanya, asam lemak yg tidak terikat dengan senyawa apapun. Keberadaan gums menaikkan viskositas CPO. Tembaga atau besi (trace elements) dpt mengoksidasi CPO.

Kernel palm oil (KPO atau PKO) lbh jenuh drpd CPO dan mengandung triglycerides spt lauric saturated (C12) ~ 48.2%, myristic saturated (C14) ~ 16.2%, palmitic saturated (C16) ~ 8.4%, capric saturated (C10) ~ 3.4%, caprylic saturated (C8) ~ 3.3%, stearic saturated (C18) ~ 2.5%, oleic monounsaturated (C18) ~ 15.3%, linoleic polyunsaturated (C18) ~ 2.3%, dan sisanya tidak diketahui. (Sumber: Wikipedia). Perbedaan visual di antara CPO dan KPO terlihat di gbr di bawah ini.

Tahap pertama dlm keseluruhan proses adalah mengekstrak CPO dari kelapa sawit itu sendiri. Proses ekstraksi ini bisa dilakukan secara mekanikal (bahasa sederhananya, diperas buahnya J) atau dengan menggunakan solvent (e.g. hexane (sgt tidak inherently safer) atau supercritical CO2 extraction). Proses ekstraksi dgn solvent tentu saja lbh efisien dan biaya operasi yg rendah, tetapi perlu capital cost yg cukup tinggi. Proses konvensional yg dilakukan saat ini adalah dgn cara mechanical extraction. Mudah dan tanpa investasi yg tinggi. Secara sederhana, blok diagramnya dpt dilihat di gbr berikut. 

Proses sterilisasi buah sawit ini berfungsi utk:

  1. Menon-aktifkan enzim lipase. Enzim lipase ini berfungsi utk menghancurkan lemak triglyceride menjadi asam lemak bebas (FFA). Dlm proses ini, kita ingin mendapatkan setinggi mungkin kandungan triglyceride. Oleh karena itu, enzim lipase ini harus dinon-aktifkan.
  2. Memudahkan pelepasan buah dari tandan
  3. Memudahkan pelepasan kernel dari buah sawit

Proses sterilisasi ini sendiri sebenarnya adalah memanaskan kelapa sawit ini dengan memasaknya dengan air sampe mendidih (utk skala kecil atau rumah tangga). Atau dgn menggunakan steam utk skala yg lbh besar. Yg plg penting adalah kelapa sawit tidak boleh dibiarkan berlama2 disimpan setelah diturunkan dr pohon. Krn dgn demikian, FFA akan terbentuk semakin banyak.

CPO yg telah diekstrak ini akan diolah lbh lanjut dan dibahas di tulisan selanjutnya.